Tampilkan postingan dengan label Surat untukMU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat untukMU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Februari 2011

Surat Untukmu (lembar 3)

Kamis, 17 February 2011, At 00:07 WIBLG


Hai blogger ^,~ sebelum’a aku ucapin banyak trimakasih buat yg udah follow blog gw.. (huaaaa.. akhir’a ada penghuni’a juga nih blog.. hohooo..)


Okeh hari ini tidak seperti hari2 atau minggu2 sebelum’a pass gw nulis, mungkin tanpa kalian ketahui hari ini adalah hari yg cukup bisa membuat aku bahagia, yah sangat bahaagiiiiaaa…


Agar kalian tidak penasaran atas apa yg gw alami, disini gw bakal ceritain sedikit kejadian yg terjadi atau dialami pada hari ini.


Mungkin ini suatu hal yg biasa bagi kalian, atau mungkin tak ada special’a sama sekali, yah tapi gak tau mengapa aku nganggep’a special.. hohooo.. hari ini aku ada 3 kejadian aneh yg aku alami :


#Kejadian pertama : ketika bedug subuh terdengar ditelinga dikala aku masih terlelap, seakan ada suatu hal yg seakan memaksaku utk bangkit hingga tak lama aku terjaga dari tidur singkatku (apa itu yg nama’a malaikat ? ntah aku tak mengerti). Well.. seperti hal’a umat muslim yg lain aku bergegas mengambil air pensucian atau lazim’a disebut air wudhu’, lalu ku arahkan sajadha menghadap sejajar kearah yg biasa aku lakukan pada shalat2 sebelum’a, tak ada yg aneh sampe saat ini, tapi tak lama ketika aku baru menyelesaikan bacaan al-fatiha di rakaat pertama dari dua rakaat yg diwajibkan, aku seolah merasa disekelilingku ada suara, suara yg nyata dan yg jelas terasa kudengar masuk kedalam telingga ku, dari apa yg kudengar suara trsbt seolah mengAMINkan surat al-fatiha yg kubacakan.. “Subhanallah”.. Sejenak aku terdiam dalam kekosongan dan kesunyian, tapi tanpa berfikir panjang kulanjutkan tuntunan shalat ku hingga kuselesaikan dengan salam. Pada Allah SWT aku berdoa, simple doa yg aku buat, tak lain hanya utk meminta keselamatan dan perlindungan utk ku dan keluargaku dihari ini.


#Kejadian kedua : seperti biasa, atau seperti hari2 sebelum’a, aku setiap pagi memiliki kegiatan rutin, (apa itu ??) aku setiap pagi harus berpacu waktu menghantarkan kk perempuanku ke kantor yg tak jauh dari kantor dimana aku bekerja. “Sedikit dipersingkat” selama diperjalanan menuju kantor kk perempuanku, ditengah jalan aku yg begitu semangat mengendarai kendaraan roda 2 tanpa plat atau nomer polisi pada umumnya, melampaui batas akhir lampu merah (dengan kata lain perbuatan melawan hukum), tanpa basa basi petugas yg sedang sibuk mengatur jalan begitu sopan seraya mencabut handle atau anak kunci dari kendaraanku, “ikut ke POS” teriaknya. Dengan napas yg terengah-engah aku mendorong laju motorku kearah pos polisi yg tak jauh dari tempat aku berdiri, sambil mendorong kudengari suara hati sedang berbisik, yg seperti ini lebih kurang isinya “ya ela telat lagi gw hari ini kekantor”.. Setelah beberapa menit atas pembacaan pasal2 yg aku sudah tau jelas isi dan ayat2’a, mata tajam bak mata parang diarahkan tepat ke mukaku, (aku dimintakan pertanggung jawaban), “bagaimana ini dek” tegas’a. yg ada dalam pikiran ku hanya gimana cara’a motor aku bisa dilepas dan aku ga telat nyampe kantor. Beberapa menit kemudian ntah ada angin atau badai, tiba2 pak polisi mendekatiku dan memberikan anak kunci kendaraan ku lalu berkata, “lain kali hati2”. Wah aku serasa mendapat durian jatuh, “jadi ga ditilang pak?” Tanya ku. Tanpa menjawab pak polisi langsung kembali bekerja mengatur rambu2,.. waahhhh.. aku bahagia.. lanjut jalan lagi sama kk perempuanku, motor selamat tapi tetep aja aku telat, tapi tak masalah, mungkin itu petunjuk utk lebih berhati2 karna Allah sayang kepadaku.. ^,~”


#Kejadian ketiga : pada kejadian ketiga inilah aku sangat begitu merasa bahagia, bagaimana tidak?? sesuatu hal yg benar2 aku harapkan terwujud di saat ini, (tau apa itu ?) tanpa kalian ketahui aku mendapatkan tiket perjalanan touring ke Sidney utk 4hari 3malam, yg tak lain diberikan oleh kk sepupuku ^,~” hahaha, bila kalian ada dihadapan ku mungkin kalian akan tau apa yg sedang benar2 kurasakan saat ini.. (dipersingkat) hari minggu atau tiga hari lagi aku berangkattttt… Sidney I’m coming :p



-lembar ketiga-

Kamis, 10 Februari 2011

Surat Untukmu (lembar 2)

Kamis 10 February 2011, At 10:59 PM WIBLG

Hari ini, kembali aku coba untuk memulai goresan tangan dilembaran ceritaku, stelah selang beberapa minggu aku terakhir menerawang jauh ke kehidupan kanak-kanakku.

Saat ini dikepalaku seperti ada beban yg mengaliri hingga terasa menuju pundakku, terasa amat berat, tapi isyarat kuat seakan keluar dari hati utkku memulai kembali menggoreskan cerita, walau jujur pikiran aku saat ini terasa begitu KOSONGGG..

Apa yg musti ditulis ?? (sempat terdiam beberapa ratus detik)

Suasana tak bersahabat. Saat ini setelah beberapa menit berselang dari awal aku memulai tulisan, aku terdiam bingung seakan kosong yg ada diotak ini, akan tetapi disatu sisi aku merasakan seperti ada dorongan yg menyuruh aku tuk trus mencoba menerobos paksa memory ingatan yg aku sendiri tak tahu harus memulai’a darimana, semakin kupaksakan semakin aku byk merasa kehilangan,, hingga kusadari aku pun tertawa memikirkan ini, (kehabisan ruang tuk menempatkan ingatan di kepala mungkin itu tepatnya yg sdg ku rasakan saat ini.. hohohooo..)

Arrrggg.. sumpah ga tau mau nulis apa.. (melirik jam di laptop udah pukul 11:51 PM, aku berfikir utk berhenti dan memutuskan utk keluar rumah sejenak)

………… I’m back hohooo..

Saat ini aku mendapatkan sedikit bayangan cerita utk ku goreskan tengah mala mini, aku baru sadar kalo malem ini adl malem jumat, inspirasi seakan mulai berlamburan diotak ini, seakan tak ingin terlewatkan satupun yg hadir disaat ini aku harus coba merangkai kata utk kugoreskan. Pustaka pikiran ku saat ini seakan ingin menceritakan hal-hal yg mungkin aku sendiri tidak begitu memahami’a, ntah itu apa nama’a, ia datang begitu cepat dan seperti bayangan ia selalu ada.

Aku sejak kecil sudah dapat melihat hal2 yang mungkin tidak semua orang memiliki, ntah ini Cuma hayalanku atau bagaimana tapi ini sering kurasakan, aku seolah bisa melihat atau merasakan kepribadian sesorg yg sedang berbicara kepadaku, begitu tiba2 sama seperti halnya saat aku sedang berkumpul dengan teman2ku, walau mereka seolah baik dihadapan ku tapi seperti ada bisikan yg mengatakan “hati2 karna ia hanya ingin memperdayaimu”.

Mungkin karna hal2 semacam inilah yg membuat kepribadian baruku selalu terbentuk, dan membuat aku seakan tidak mudah percaya kepada orang lain. tapi tidak hanya itu saja aku juga sering mencoba menebak karakter teman2 ku.. dan apa yg dirasakan, “AMAZING” mereka seolah kagum dengan kelebihan yg aku miliki, padahal sendiri’a apa yg aku katakana kepada mereka itu Cuma sebatas tebak-tebakan semu yg aku juga tak tahu kenapa aku bisa menjelaskan semua itu. (sedikit aneh dan terkesan misterius tapi percaya aku sendiri tidak pernah mempercayai semua ttg hal2 seperti itu).

-lembar kedua-

Minggu, 09 Januari 2011

Surat untukMU.

Minggu 09, 2011. At 07.22 AM WIBLG


Dalam sebuah kamar yg sempit, berantakan dan tanpa ada fentilasi udara, disini dan disaat ini aku merasakan begitu sangat dekat’a aku dengan rasa kesendirian.


Ini adalah tulisan karya pertamaku.. Tulisan yang hanya bisa kuketik di selembar kertas media internet disini dan melalui tulisan ini akan ku goreskan cerita singkat perjalanan kehidupanku


Tak terlalu banyak yang bisa ku ingat tapi Yang aku tahu aku dilahirkan pada hari Sabtu 16 mei 1987, ntah itu benar atau tidak, tapi orang tua aku bilang’a begitu.. hakikat’a mungkin ini yg dinamakan kekuasaan tuhan hingga tak ada sedikit pun yang kuingat dari semua kejadian yang kulewati itu sampai aku beranjak diusia 3 tahun. walau hanya sedikit yg terekam, tapi pada masa usia 3 tahun inilah aku bisa merasakan sedikit bayangan masalalu datang atau hadir kembali kedalam pustaka pikiranku, saat itu yg aku ingat aku tinggal di sebuah perkampungan yang sederhana jauh dari kehidupanku sekarang, hanya sebuah rumah kecil dengan 2 kamar tidur, penerangan yang minim dan cuma ada beberapa tetangga atau bangunan lain disekitar rumahku. Walau tergolong dalam garis kehidupan yg kurang mampu, tapi kehangatan selalu hadir dan menghiasi suasana rumahku pada masa itu.


-Lembar Pertama-